Selamat Datang di web Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - Institut Agama Islam Negeri Kudus !

Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

SEMINAR PENDIDIKAN MENGOPTIMALKAN KUALITAS MAHASISWA DALAM MANIFESTASIKAN GENDER EQUALITY ANAK USIA DINI

Blog Single

Kamis (26/09/2023) Acara Seminar Nasional telah diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PIAUD IAIN KUDUS, pada Selasa, 19/09/2023, tepatnya di Gedung Perpustakaan Lantai 04 Iain Kudus. Kegiatan seminar bertajuk “Mengoptimalkan Kualitas Mahasiswa dalam Manifestikan Gender Equality Anak Usia Dini” ini diadakan sebagai upaya untuk memberikan pengetahuan pada mahasiswa Prodi PIAUD terkait Gender Equality pada konteks anak usia dini karena Gender dan Anak merupakan salah aspek dalam visi keilmuan prodi PIAUD, IAIN Kudus, "Sebagai pusat unggulan pendidikan anak usia dini yang berbasis ilmu islam terapan, gender dan anak, serta teori humanisme, aplikatif dan produktif di kawasan ASEAN" (baca di https://piaud.iainkudus.ac.id/profil.html)

Acara seminar dibuka dengan penampilan tari dari mahasiswa Prodi PIAUD semester 5 dan opening ceremony oleh ketua Kaprodi PIAUD, Ibu Novita Pancaningrum, M. Pd. Acara dilanjutkan dengan pemateri Ibu Faizah, S.H.I. dan Maulida Awwaliyah sebagai moderator acara seminar. Acara dihadiri oleh 120 peserta, yang terdiri dari mahasiswa prodi PIAUD, ketua HMPS, Ifroatul Faridah, beberapa dosen dan tamu undangan lainnya.

Antusias para peserta seminar yang diketuai oleh Risalatul Muthoharoh, mahasiswa Prodi PIAUD semester 5, terlihat dengan adanya tanya jawab yang berlangsung seputar materi yang ada. Seminar berakhir pukul 11.00 WIB dengan kesimpulan perbedaan gender masih menjadi permasalahan pada konteks pendidikan anak usia dini. Isu gender bisa ditemukan dalam proses pembelajaran dan kegiatan bermain. Masih ditemukan adanya stereotype dalam kegiatan bermain, di mana anak-anak perempuan dan laki-laki mempergunakan alat bermain yang menunjukkan dimensi segregarif, misalnya perempuan bermain dengan menggunakan alat-alat dan peran kerumahtanggaan sementara laki-laki menggunakan alat-alat dan peran publik. Masih ditemukan adanya buku teks, buku cerita, atau bahan ajar yang dipergunakan oleh guru/tutor yang belum mencerminkan kesetaraan dan keadilan gender dan adanya peran-peran yang tidak seimbang yang dilakukan oleh guru/tutor terhadap anak laki-laki dan perempuan (Suci Komalasari dan Pasiningsih)

Share this Post: